Kusen Alumunium, Kelebihan dan Kekurangannya

Kusen Alumunium, Kelebihan dan Kekurangannya
BY STEVEN CHANDRA | WWW.JASARENOVASI.NET
Bila Anda mencari alternatif lain untuk kusen jendela atau pintu kaca di rumah, alumunium bisa dijadikan pilihan. Kusen atau rangka untuk meletakkan kaca yang cukup umum digunakan ialah kayu. Namun, kini dengan semakin berkembangnya dunia desain dan teknologi, kusen berbahan alumunium juga bukan pilihan yang buruk.
Kusen alumunium pun sudah banyak diterapkan untuk gedung-gedung atau perkantoran. Tidak hanya identik dengan perkantoran, perumahan juga banyak yang memasang kusen berbahan tersebut untuk jendela atau pintu kaca. Terlebih, kini banyak rumah yang didesain dengan bukaan, entah itu pintu kaca yang menghadap ke arah taman atau kaca massive untuk jendela kamar.
Pemilihan ini tentu bukan tanpa alasan, kusen aluminum tentu memiliki keunggulan yang memang dibutuhkan. Dibandingkan dengan kayu, material alumunium memungkinkan kusen aman dari serangan rayap. Bahan tersebut juga lebih tahan lama serta tidak mengalami penyusutan. Bobotnya pun ringan sehingga mudah untuk dipindahkan. Meski begitu, materialnya kuat dengan perawatan yang tidak sulit. Bila Anda ingin memiliki tampilan menyerupai kayu, kusen tersebut dapat dicat dan dilapis dengan warna atau motif kayu.
Namun, secara visual alumunium memang tidak memiliki banyak variasi. Desain dan tampilannya tidak seperti kayu yang bisa dibuat dengan detail atau pola tertentu. Pemasangan kusen alumunium juga memainkan peranan penting untuk menghindari risiko yang tidak diharapkan.

Kusen tersebut mengandalkan kekuatan sekrup yang harus dipasang presisi dan diplester rapi agar tidak terdapat kebocoran atau dampak lain. Faktor penyambungan siku dan karet penyekat juga penting agar air hujan tidak dapat masuk.
Pilihan kusen tersebut tentu harus disesuaikan dengan selera, desain, dan kebutuhan rumah. Namun, bila ingin sesuatu yang baru, tidak ada salahnya untuk memasukkan alumunium sebagai bahan pertimbangan, bukan?

 

Keterangan lebih lengkap hubungi tim Excel Group

SMS/Call/WA/Line:

0838.888.0910 (Steven Sukamto)

0818.818.720 (Alternatif)

Email: jasarenovasinet@gmail.com / steven.sukamto@yahoo.com

* jika kami belum menjawab telepon, mohon berkenan via SMS/WA dulu

Trik Memanfaatkan Mezzanine Di Rumah

Trik Memanfaatkan Mezzanine Di Rumah
Steven Chandra • April 6, 2018

 

 

Jasarenovasi.net – Berada di antara lantai dasar dan lantai atas, mezzanine adalah area terbuka yang bisa dimanfaatkan menjadi ruang fleksibel. Ada yang mengubah mezzanine menjadi ruang bekerja, tempat penyimpanan, atau kamar tidur.

Dengan kesan ruangan terbuka, mezzanine punya daya tarik tersendiri untuk didekorasi. Jika ingin mengisi ruang mezzanine, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Misalnya, luas area, pemilihan furnitur, dan faktor keamanan dalam merancang ruangan.
Nah, jika Anda punya mezzanine kosong di rumah, yuk simak beberapa inspirasinya.
Ruang kerja dan perpustakaan

Karena sifat ruangan yang terbuka dan cenderung terang, mezzanine sangat pas diubah menjadi ruang membaca dan belajar. Dengan penataan yang rapi dan fungsional, mezzanine akan cukup luas untuk menyimpan koleksi buku di beberapa lemari.

Kemudian tambahkan satu set meja belajar dan lampu gantung yang unik. Sebagai pelengkap, tambahkan karpet tebal yang nyaman untuk bersantai.

 

Galeri seni

Untuk Anda yang berjiwa seni atau kolektor suatu jenis benda, tidak ada salahnya memanfaatkan mezzanine sebagai galeri seni pribadi. Selain membuat koleksi Anda tertata rapi dan enak dipandang, galeri seni ini bisa menjadi tempat bersantai dan relaksasi di rumah.

 

Ruang tidur

Jika Anda tak punya cukup ruang untuk meletakkan ranjang kasur yang besar, saatnya memanfaatkan mezzanine sebagai ruang tidur.
Biasanya ide ini dicontek oleh pemilik apartemen studio dengan tingi plafon sekitar empat meter. Dengan demikian, sisa luas bangunan yang ada di lantai dasar bisa digunakan untuk kamar mandi atau dapur.

 

Dapur

Siapa sangka area mezzanine bisa diisi menjadi dapur? Yang terpenting, gunakan material yang kokoh untuk lantai dan anak tangga supaya aktivitas masak memasak bisa dilakukan dengan aman.
Merancang dapur di mezzanine bisa membuat aroma dan asap masakan berputar cepat keluar rumah. Anda juga bisa memanfaatkan pembatas ruangan sebagai media tanaman vertikal yang unik seperti contoh di atas.
Ruang keluarga

 

Jika lebar mezzanine cukup luas, Anda bisa mengubahnya menjadi ruang komunal atau ruang keluarga yang nyaman.
Untuk yang satu ini, pastikan lantai dicor beton supaya kokoh diisi oleh furnitur besar dan berat. Perhatikan juga pembatas ruangan yang tebal supaya aman dan terhindar dari resiko kecelakaan. Terlebih jika ada anggota keluarga yang masih berusia balita.

 

Keterangan lebih lengkap hubungi tim Excel Group

SMS/Call/WA/Line:

0838.888.0910 (Steven Sukamto)

0818.818.720 (Alternatif)

Email: jasarenovasinet@gmail.com / steven.sukamto@yahoo.com

* jika kami belum menjawab telepon, mohon berkenan via SMS/WA dulu

Kamar Bersih = Bebas Debu

7 Langkah Cegah Debu Bersarang di Kamar

Steven Sukamto • Januari 30, 2017

Jasarenovasi.net – Paling malas saat melihat banyak debu di kamar. Padahal hampir 24 jam jendela kamar tertutup karena menggunakan pendingin ruang, tetapi debu tetap datang.

Mencuci seprai dan sarung bantal minimal seminggu sekali merupakan cara paling mudah yang bisa Anda lakukan. Namun jika Anda cukup malas untuk membersihkan kamar, Ada beberapa cara mencegah debu datang ke kamar Anda.

 

Hindari furnitur penuh ukiran

Gunakan furnitur bergaya minimalis untuk melengkapi kamar Anda. Perabot bergaya minimalis cenderung lebih simpel dan tegas tanpa banyak detail. Sementara perabot dengan detail ukiran dapat menjadi sarang debu.

Debu-debu dapat menempel di pojok-pojok ukiran dan seringkali sulit dibersihkan karena sudah menempel. Demikian juga hindari menumpuk barang seperti buku dan majalah di dalam kamar.

 

Hindari pemakaian kasur kapuk

Kapuk akan menjadi sumber utama debu dalam kamar. Apalagi jika sudah digunakan dalam waktu lama. Gunakan kasur spring bed dan bantal serta guling dakron untuk meminimalisasi adanya debu di kamar.

 

No Sofa!

Hindari menempatkan sofa di kamar tidur. Jika ingin menambahkan tempat duduk, gunakan yang bermaterial kayu atau plastik sehingga mudah dibersihkan.

Bisa juga mengganti sofa dengan bean bag yang berisi pasir lycra. Biasanya bean bag berisi pasir lycra memiliki permukaan lebih halus. Permukaan halus akan meminimalisasi debu menempel.

 

Jangan menyimpan sepatu

Jangan simpan sepatu di dalam kamar. Alas sepatu sudah pasti kotor dan mengandung debu. Tumpukan kotak-kotak sepatu dalam kamar juga rentan menjadi sarang debu.

 

Larang peliharaan masuk

Jangan biarkan binatang peliharaan Anda masuk ke dalam kamar, walaupun mereka tidak pernah bermain di luar rumah. Bulu binatang yang halus mudah ditempeli debu dan kotoran. Jika masuk ke kamar Anda, debu dari bulu hewan peliharaan akan berpindah ke kasur Anda.

 

Minim Pajangan

Minimalisasi penambahan interior ruang seperti pemasangan lukisan, gambar, foto yang dibingkai di dinding, atau patung-patung berbahan kayu.

Debu akan menempel di pajangan-pajangan kecil seperti itu, sementara kita sering lupa membersihkannya secara teratur.

 

Gunakan lap basah

Untuk mebersihkan debu di dalam kamar jangan hanya menggunakan kemoceng atau lap kering, tetapi gunakan lap basah. Bersihkan perabot 2-3 kali dengan lap basah.

Hal ini untuk menghindari debu berterbangan ke penjuru kamar yang lain. Membersihkan lantai juga ada tahapannya.

Pertama, sapu lantai dengan kain pel basah sehingga debu-debu kering ikut basah dan menggumpal. Debu yang sudah menggumpal akan lebih mudah dibersihkan dan tidak berterbangan.

Kedua, sapu debu-debu tersebut dengan sapu biasa. Ketiga, pel kembali lantai dengan pewangi lantai.

 

Keterangan lebih lengkap hubungi tim Excel Group

SMS/Call/WA/Line:

0838.888.0910 (Steven Sukamto)

0818.818.720 (Alternatif)

PIN 5D949B9A

Email: jasarenovasinet@gmail.com / steven.sukamto@yahoo.com

* jika kami belum menjawab telepon, mohon berkenan via SMS/WA dulu