Tangga Rumah: Solusi Rancangan Cermat

Tangga Rumah: Solusi Rancangan Cermat
BY STEVEN CHANDRA | WWW.JASARENOVASI.NET


Kenali rumusan tepat membuat tangga. Salah bikin bisa membuat penggunanya cepat lelah. Aturan feng shui bahkan mengatur jumlah anak tangga yang baik.

Mungkin Anda pernah melihat dan merasakan tangga menuju lantai atas rumah kurang nyaman digunakan. Si pemilik mengeluh kalau harus bolak-balik turun naik. Buntutnya, ia makin enggan menyambangi kamar di atas. Apa pasal? Tangga itu rupanya tak beres dalam soal ukuran dan penempatan.
Seperti kita ketahui, tangga merupakan elemen bangunan yang berfungsi sebagai sarana penghubung lantai yang berbeda ketinggian. Tangga menjadi jalur sirkulasi vertikal dari lantai bawah ke atas, atau sebaliknya. Tangga juga dapat berfungsi sebagai elemen estetika.
Untuk memperoleh sebuah tangga seperti yang Anda harapkan, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian. Pertama, soal kebutuhan dan fungsi. Kedua, faktor keamanan kenyamanan, dan keindahan. Ketiga, feng shui (bagi yang percaya).
Bagaimana membuat tangga yang sesuai kebutuhan dan fungsi? Tangga memiliki pijakan-pijakan yang saling terhubung. Pijakan-pijakan yang berundak-undak dan teratur inilah yang berfungsi menghubungkan dua lantai.

Sebagai jalur vertikal, tangga menyimpan potensi bahaya. Pengguna bisa saja terpeleset dan jatuh akibat salah menginjak anak tangga. Mungkin juga pengguna terjatuh akibat permukaan anak tangga licin, atau tangga tidak memiliki pagar pengaman.
Untuk meminimalkan potensi bahaya itu, ketika merancang dan membuat tangga, kita sebaiknya mengetahui siapa saja pengguna tangga itu. Lantas, ini yang paling penting, desain dan standar ukuran tangga. Dari sinilah kita perlu mengetahui karakter material yang ingin digunakan.
TANGGA YANG IDEAL
Berdasar ilmu arsitektur, untuk mencapai status ideal, sebuah tangga harus memenuhi syarat utama. Tangga harus memiliki fungsi sesuai kebutuhan pengguna, desain dan ukuran sesuai standar, serta material yang tidak membahayakan. Tangga harus tuntas “menghantarkan” penggunanya naik dari lantai bawah ke lantai atas atau sebaliknya, secara aman dan nyaman.
Tangga sebaiknya memiliki railing dan bordes. Railing berfungsi sebagai tempat pegangan dan pagar pembatas. Bordes menjadi area transisi, sebelum melanjutkan pendakian atau penurunan.
Langkah lain yang juga perlu dilakukan adalah menjaga ukuran setiap pijakan sesuai standar. Idealnya, tinggi tiap pijakan atau (langkah naik) anak tangga berkisar 15cm-20cm dengan panjang (langkah datar) 25cm-30cm. Sedangkan untuk dimensi lebar keseluruhan tangga tergantung dari frekuensi lalu lalang. Tinggi tangga juga perlu perhatian. Disarankan satu tangga sebaiknya menghubungkan lantai dengan ketinggian antar lantai tidak lebih dari 3,7 meter.
FENG SHUI
Menurut feng shui, tangga dapat menjadi sumber energi negatif yang mengganggu kelancaran hidup manusia, baik dari segi keuangan maupun kesehatan. Sebabnya adalah tangga merupakan sebuah lubang besar di dalam bangunan. Dengan struktur yang menggantung, tangga memiliki efek negatif. Ini sama dengan balok, tiang atau kolom jika diletakkan pada posisi yang salah.

Karena berefek negatif itu, pembahasan feng shui ihwal tangga ini bisa panjang lebar, bahkan rumit. Apalagi jika dikaitkan secara personal dengan penggunanya. Dari kaca mata feng shui, solusi terbaik soal tangga adalah mengatur tata letak dan desain dengan memperhatikan lokasi, arah, bentuk, dan jumlah anak tangga.

 

Keterangan lebih lengkap hubungi tim Excel Group

SMS/Call/WA/Line:

0838.888.0910 (Steven Sukamto)

0818.818.720 (Alternatif)

Email: jasarenovasinet@gmail.com / steven.sukamto@yahoo.com

* jika kami belum menjawab telepon, mohon berkenan via SMS/WA dulu

 

Kusen Alumunium, Kelebihan dan Kekurangannya

Kusen Alumunium, Kelebihan dan Kekurangannya
BY STEVEN CHANDRA | WWW.JASARENOVASI.NET
Bila Anda mencari alternatif lain untuk kusen jendela atau pintu kaca di rumah, alumunium bisa dijadikan pilihan. Kusen atau rangka untuk meletakkan kaca yang cukup umum digunakan ialah kayu. Namun, kini dengan semakin berkembangnya dunia desain dan teknologi, kusen berbahan alumunium juga bukan pilihan yang buruk.
Kusen alumunium pun sudah banyak diterapkan untuk gedung-gedung atau perkantoran. Tidak hanya identik dengan perkantoran, perumahan juga banyak yang memasang kusen berbahan tersebut untuk jendela atau pintu kaca. Terlebih, kini banyak rumah yang didesain dengan bukaan, entah itu pintu kaca yang menghadap ke arah taman atau kaca massive untuk jendela kamar.
Pemilihan ini tentu bukan tanpa alasan, kusen aluminum tentu memiliki keunggulan yang memang dibutuhkan. Dibandingkan dengan kayu, material alumunium memungkinkan kusen aman dari serangan rayap. Bahan tersebut juga lebih tahan lama serta tidak mengalami penyusutan. Bobotnya pun ringan sehingga mudah untuk dipindahkan. Meski begitu, materialnya kuat dengan perawatan yang tidak sulit. Bila Anda ingin memiliki tampilan menyerupai kayu, kusen tersebut dapat dicat dan dilapis dengan warna atau motif kayu.
Namun, secara visual alumunium memang tidak memiliki banyak variasi. Desain dan tampilannya tidak seperti kayu yang bisa dibuat dengan detail atau pola tertentu. Pemasangan kusen alumunium juga memainkan peranan penting untuk menghindari risiko yang tidak diharapkan.

Kusen tersebut mengandalkan kekuatan sekrup yang harus dipasang presisi dan diplester rapi agar tidak terdapat kebocoran atau dampak lain. Faktor penyambungan siku dan karet penyekat juga penting agar air hujan tidak dapat masuk.
Pilihan kusen tersebut tentu harus disesuaikan dengan selera, desain, dan kebutuhan rumah. Namun, bila ingin sesuatu yang baru, tidak ada salahnya untuk memasukkan alumunium sebagai bahan pertimbangan, bukan?

 

Keterangan lebih lengkap hubungi tim Excel Group

SMS/Call/WA/Line:

0838.888.0910 (Steven Sukamto)

0818.818.720 (Alternatif)

Email: jasarenovasinet@gmail.com / steven.sukamto@yahoo.com

* jika kami belum menjawab telepon, mohon berkenan via SMS/WA dulu

Ragam Jenis Atap

Mengenal Ragam Jenis Atap
BY STEVEN CHANDRA | WWW.JASARENOVASI.NET

 

Sebagai sebuah penutup bangunan, atap berperan penting untuk memberikan rasa aman bagi orang yang tinggal di bawahnya. Atap juga berfungsi untuk melidungi penghuni rumah dari segala gangguan luar serta cuaca. Tanpa atap, bangunan belum bisa disebut layak huni dan tentunya mengurangi nilai estetis.
Karena fungsinya tersebut, material untuk atap haruslah yang kuat dan tahan terhadap perubahan cuaca. Saat ini atap tersedia dalam banyak bahan, jenis, atau bahkan warna. Namun, tentu saja fungsi dan kualitas harus diutamakan agar rumah dapat ditempati dengan aman. Beberapa material di bawah ini yang dijadikan pilihan oleh banyak orang, seperti apa karakteristiknya? Mari mengenal lebih dalam pilihan atap untuk rumah.
TANAH LIAT
Jenis material ini sudah sangat umum di kalangan masyarakat. Dibuat dengan cara dipadatkan, dibentuk, lalu dibakar, atap jenis ini sangat kuat terhadap angin ataupun saat curah hujan tinggi. Meski ukuran dan variasinya tak banyak, atap berbahan tanah liat memiliki harga yang relatif murah. Selain itu, jenis ini awet, tidak mudah lapuk, terbakar, atau dirusak serangga. Dalam penggunaannya, dibutuhkan rangka dan dipasang dengan kemiringan tertentu. Agar semakin aman, digunakan teknik pemasangan kunci atau kaitan pada rangka penopang.
BETON
Material atap yang satu ini memiliki bobot yang cukup berat, bahkan lebih berat daripada tanah liat. Namun, tentunya bahan ini sangat kuat untuk menghadapi segala cuaca. Dengan campuran semen dan bahan aditif lainnya, atap beton tahan terhadap api atau pelapukan. Bentuknya ada yang bergelombang ataupun datar, warnanya pun bervariasi. Namun, sebanding dengan kualitasnya, harga atap jenis ini cenderung lebih mahal.
METAL
Atap metal biasanya berbentuk lembaran dan terbuat dari baja lapis ringan (zincalume steel). Selain itu, bisa juga dibuat menyerupai jenis lain, seperti sirap, genteng tanah liat, atau beton. Dengan bobotnya yang ringan, beban yang dipikul rangka atap pun berkurang. Selain itu, material ini dilengkapi dengan teknologi yang membuatnya bisa memantulkan panas sehingga rumah terasa sejuk. Jenis ini juga ramah lingkungan karena dapat didaur ulang, antiapi, antikarat, dan bebas perawatan. Harga atap metal termasuk mahal bila dibandingakn dengan bahan lain.
ASBES
Bahan satu ini barangkali sudah dikenal oleh masyarakat. Asbes memiliki sifat yang ringan dan tahan lama. Harganya murah dan dapat membuat rumah sejuk karena jenis ini tidak menyerap panas. Namun, asbes mudah retak dan apabila terinjak harus menggantinya dengan yang baru. Selain itu, serat asbes mudah lepas dan beterbangan sehingga dapat membahayakan kesehatan (memicu penyakit kanker paru-paru).
SENG
Seng tentunya tak asing lagi bagi banyak orang. Sekalipun murah, tahan lama, dan banyak digunakan, seng juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satu yang sudah dipahami ialah sifatnya yang menahan panas sehingga membuat orang dibawahnya merasa tak nyaman. Selain itu, seng juga mudah berkarat dan tak terlalu menarik dari sisi penampilan.
KERAMIK
Jenis ini berbahan dasar tanah liat yang di-finishing glazur pada bagian atsanya. Oleh sebab itu, tampilannya licin, mengilap, dan terdiri dari banyak pilihan warna. Jenis ini termasuk bahan yang tahan lama, warnanya awet dan tidak memerlukan pengecatan ulang. Namun, pemasangan dengan atap ini memerlukan kemiringan minimal 30 derajat agar air hujan dapat mengalir dan tidak mudah terlepas saat diterpa angin.

 

Keterangan lebih lengkap hubungi tim Excel Group

SMS/Call/WA/Line:

0838.888.0910 (Steven Sukamto)

0818.818.720 (Alternatif)

Email: jasarenovasinet@gmail.com / steven.sukamto@yahoo.com

* jika kami belum menjawab telepon, mohon berkenan via SMS/WA dulu

Ragam Jenis Atap

Panduan Pilah-Pilih Lampu Berdasarkan Ruangan

Panduan Pilah-Pilih Lampu Berdasarkan Ruangan
Steven Chandra• April 7, 2018

 

Jasarenovasi.net – Lampu memiliki peranan penting dalam penataan interior sebuah hunian. Selain berfungsi sebagai penerangan dalam ruang, lampu memiliki fungsi lain sebagai elemen dekoratif penambah estetika ruang.

Kini seiring berkembangnya teknologi, Anda akan semakin mudah menemukan bergam jenis lampu yang dijual di pasaran. Dan jika Anda bingung mencari jenis lampu yang tepat untuk ruangan dalam hunian, berikut adalah tipsnya.
1. Foyer
Area foyer biasanya tak terlalu luas dan hanya merupakan tempat trasnsit. Untuk penerangan area ini Anda dapat menggunakan downlight atau uplight untuk mendapatkan kesan nyaman dan hangat bagi tamu.
Anda dapat menggunakan lampu dinding, tetapi untuk area foyer yang luas dapat menggantungkan chandelier di tengah ruang sehingga menambah kesan elegan pada ruang.
2. Ruang tamu
Area ini biasanya digunakan untuk berbincang-bincang. Anda dapat menerapkan jenis general lighting pada ruang tamu sebagai penerangan utama.
Lampu harus diletakkan di tengah ruang atau pada titik simetris yang rata. Idealnya Anda dapat menggunakan chandelier. Namun Anda dapat menambahkan lampu dinding atau standing lamp jika ruangannya cukup luas.
Tujuan penggunaan general lighting agar seluruh ruang dapat terlihat dengan jelas. Anda dapat memberikan variasi menggunakan accent lighting yang lebih mengarah pada unsur estetika.
Misalnya menggunakan lampu halogen yang diarahkan ke lukisan atau foto di ruang tamu.
3. Ruang keluarga
Ruang keluarga biasanya merupakan pusat aktivitas di dalam hunian. Anda dapat menggunakan teknik indirect lighting pada ruang ini. Misalnya, menggunakan lampu yang tersembunyi di balik plafon.
Lampu-lampu yang ditata pada sisi plafon akan membiaskan cahaya yang terang. Penerangan indirect juga akan membuat suasana ruang lebih hangat dan nyaman.
4. Ruang makan
Anda dapat menggunakan lampu gantung dengan kap untuk menerangi ruang makan. Cahaya lampu akan dipantulkan penuh ke meja makan sehingga memunculkan fokus.
Pada ruang makan dibutuhkan cahaya lampu yang baik dengan tingkat terang tinggi agar Anda dan keluarga dapat dengan jelas melihat masakan yang tersedia di meja.
Jika ingin suasana makan lebih ceria, Anda dapat mengombinasikan penerangan dengan jenis lampu lainnya.
5. Kamar tidur
Pada area kamar tidur Anda dapat menggunakan lampu tidur yang dapat juga berfungsi sebagai lampu baca. Anda dapat menggunakan lampu dengan cahaya kuning yang dapat membuat Anda lebih nyaman dan hangat.
Lampu bercahaya kuning juga menghasilkan efek menenangkan sehingga menambah nyaman waktu beristirahat Anda.
6. Dapur
Dibutuhkan penerangan yang baik untuk area dapur agar Anda dapat melihat masakan dengan teliti. Umumnya menggunakan general lighting berupa downlight.
Namun, Anda dapat juga menambahkan jenis lampu lain seperti strip flourescent yang dipasang di sepanjang dinding dapur untuk menambah estetika ruang.
Pada beberapa rumah, ada juga yang menggunakan chandelier untuk diaplikasikan pada dapur bersih.
7. Kamar mandi
Umumnya menggunakan general lighting. Namun, Anda juga bisa mengombinasikannya dengan penggunaan penerangan tidak langsung.
Misalnya, menempatkan lampu pada bagian belakang cermin sehingga cahanya dapat menyebar dengan baik.

 

Keterangan lebih lengkap hubungi tim Excel Group

SMS/Call/WA/Line:

0838.888.0910 (Steven Sukamto)

0818.818.720 (Alternatif)

Email: jasarenovasinet@gmail.com / steven.sukamto@yahoo.com

* jika kami belum menjawab telepon, mohon berkenan via SMS/WA dulu

Trik Memanfaatkan Mezzanine Di Rumah

Trik Memanfaatkan Mezzanine Di Rumah
Steven Chandra • April 6, 2018

 

 

Jasarenovasi.net – Berada di antara lantai dasar dan lantai atas, mezzanine adalah area terbuka yang bisa dimanfaatkan menjadi ruang fleksibel. Ada yang mengubah mezzanine menjadi ruang bekerja, tempat penyimpanan, atau kamar tidur.

Dengan kesan ruangan terbuka, mezzanine punya daya tarik tersendiri untuk didekorasi. Jika ingin mengisi ruang mezzanine, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Misalnya, luas area, pemilihan furnitur, dan faktor keamanan dalam merancang ruangan.
Nah, jika Anda punya mezzanine kosong di rumah, yuk simak beberapa inspirasinya.
Ruang kerja dan perpustakaan

Karena sifat ruangan yang terbuka dan cenderung terang, mezzanine sangat pas diubah menjadi ruang membaca dan belajar. Dengan penataan yang rapi dan fungsional, mezzanine akan cukup luas untuk menyimpan koleksi buku di beberapa lemari.

Kemudian tambahkan satu set meja belajar dan lampu gantung yang unik. Sebagai pelengkap, tambahkan karpet tebal yang nyaman untuk bersantai.

 

Galeri seni

Untuk Anda yang berjiwa seni atau kolektor suatu jenis benda, tidak ada salahnya memanfaatkan mezzanine sebagai galeri seni pribadi. Selain membuat koleksi Anda tertata rapi dan enak dipandang, galeri seni ini bisa menjadi tempat bersantai dan relaksasi di rumah.

 

Ruang tidur

Jika Anda tak punya cukup ruang untuk meletakkan ranjang kasur yang besar, saatnya memanfaatkan mezzanine sebagai ruang tidur.
Biasanya ide ini dicontek oleh pemilik apartemen studio dengan tingi plafon sekitar empat meter. Dengan demikian, sisa luas bangunan yang ada di lantai dasar bisa digunakan untuk kamar mandi atau dapur.

 

Dapur

Siapa sangka area mezzanine bisa diisi menjadi dapur? Yang terpenting, gunakan material yang kokoh untuk lantai dan anak tangga supaya aktivitas masak memasak bisa dilakukan dengan aman.
Merancang dapur di mezzanine bisa membuat aroma dan asap masakan berputar cepat keluar rumah. Anda juga bisa memanfaatkan pembatas ruangan sebagai media tanaman vertikal yang unik seperti contoh di atas.
Ruang keluarga

 

Jika lebar mezzanine cukup luas, Anda bisa mengubahnya menjadi ruang komunal atau ruang keluarga yang nyaman.
Untuk yang satu ini, pastikan lantai dicor beton supaya kokoh diisi oleh furnitur besar dan berat. Perhatikan juga pembatas ruangan yang tebal supaya aman dan terhindar dari resiko kecelakaan. Terlebih jika ada anggota keluarga yang masih berusia balita.

 

Keterangan lebih lengkap hubungi tim Excel Group

SMS/Call/WA/Line:

0838.888.0910 (Steven Sukamto)

0818.818.720 (Alternatif)

Email: jasarenovasinet@gmail.com / steven.sukamto@yahoo.com

* jika kami belum menjawab telepon, mohon berkenan via SMS/WA dulu